Silahkan mendaftarkan putra putri anda pada menu PSB ONLINE

Momentum peringatan satu abad ormas Muhammadiyah mendapat hadiah istimewa. Memasuki 100 tahun versi miladiyah atau Masehi, yang menurut perhitungan hijriyah memasuki usia ke 103 (8 Zulhijjah 1330-8 Zulhijjah 1433) organisasi Dakwah Islam yang lahir pada 18 November itu, mendapat mobil prototipe: Smart Education Hybrid Solar Car yang diberi nama Suryawangsa, karya SMK Muhammadiyah 7, Gondanglegi, Malang Jawa Timur.

Nah, pada acara yang digelar pada Jumat (2/11) pagi di halaman SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya itu, meluncurkan mobil prototipe hasil karya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang, yang khusus dipersembahkan untuk organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut.

Mobil ini memiliki keuntungan jika diparkir di tempat yang terpapar sinar matahari karena mampu menyerap dan menyimpan tenaga yang terdistrubusi ke dalam aki. Kekuatannya mampu mencapai 12 jam perjalanan, atau untuk Surabaya ke Malang pulang pergi masih cukup kalau memiliki cadangan tenaga penuh,. Mobil berkapasitas dua penumpang tersebut juga memiliki pengintai untuk belokan kanan dan kiri sebagai pengganti spion. Kecepatan maksimum di jalan utama mencapai 70 kilometer per jam. Pembuatan mobil dilakukan sejak 12 Februari 2011 atau memakan waktu sekitar 20 bulan. ”Total biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan awal mulai dari kajian atau penelitian hingga selesai produksi mencapai Rp 246 juta,

Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car memiliki spesifikasi panjang 3.500 milimeter, lebar 1.700 milimeter, tinggi 1.600 milimeter, berat kosong 600 kilogram, dan jarak roda 3.000 milimeter. Mobil juga dilengkapi “Photovoltaic” sebanyak empat unit, tegangan 48 volt, arus peak power 3,5 ampere, dan daya peak power 168 watt.

Pada kesempatan itu, Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin berkesempatan membuka acara launching. “Ini adalah karya dan prestasi yang patut kita banggakan, sekaligus hadiah 100 tahun Muhammadiyah menurut perhitungan Miladiyah, yaitu jatuh pada 18 November mendatang,” kata Din Syamsudin, Jumat (2/11)

Din juga berkesempatan melakukan test drive mobil, yang rencananya pada tahun 2013 akan diproduksi secara massal tersebut. Sebelum mencoba mengendarai di depan halaman sekolah itu, Din juga membubuhkan tanda tangan pada body depan mobil.

“Pada saat mobil ini diproduksi secara massal, yaitu sekitar 75 unit, saya pastikan PP Muhammadiyah akan menjadi pembeli pertama. Dan mobil ini akan kami jadikan sebagai mobil dinas untuk seluruh anggota Muhammadiyah,” kata Din bangga.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Din juga meminta kepada pengurus SMK Muhammadiyah untuk segera mendaftarkan atau melakukan uji emisi, sebagai standar kelayakan ketika mobil yang menghabiskan dana Rp 96 juta itu, dilempar ke pasaran.

“Rencananya mobil ini akan dijual Rp 110 juta. Jadi ambil untung sekitar Rp 14 juta,” pungkas Din sembari tersenyum bangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *