
PANDAAN – Komite Sekolah (IKWAM) SD Muhammadiyah 3 Pandaan sukses menyelenggarakan kajian bertajuk “JIWA MUGA” pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Bertempat di Masjid Al Jauharah, acara ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ustadz M. Mirdasy, S.IP (Ketua LHKP PWM Jawa Timur).
​Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa ini dihadiri oleh Orangtua/Wali Murid, Dewan Guru dan Karyawan serta masyarakat umum yang antusias menyerap ilmu sembari menanti waktu maghrib.
​Kajian ini dipandu Oleh Ustadz Mahfudi, S.Pd. selaku moderator dan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SD Muhammadiyah 3 Pandaan, Ustadz Luqman Wahyudi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membina karakter siswa, terutama di bulan suci ini.
Esensi Takwa di Era Digital
​Dalam tausiyahnya, Ustadz Mirdasy menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah yang Allah berikan untuk menaikkan kualitas manusia. Beliau mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183: ​”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian semua menjadi orang yang bertakwa.”
​”Tujuan utama kita berpuasa adalah melahirkan pribadi yang bertakwa. Pertanyaannya, di tengah gempuran teknologi hari ini, Ramadhan kita aktif apa? Apakah hanya aktif scroll media sosial, aktif berdzikir, atau sudah sampai pada tahap aktif berfikir?” tantang beliau di hadapan jamaah.

Tantangan Era Digital: Guru & Orang Tua vs AI
​Ustadz Mirdasy memaparkan fakta menarik mengenai kondisi digital Indonesia. Dengan jumlah penduduk 285 juta jiwa, namun pengguna gadget mencapai 356 juta dan pengguna internet 212 juta. Hal ini memicu pertanyaan kritis: Lebih pintar mana antara dokter dengan Chat GPT?
Namun, beliau menegaskan bahwa meski teknologi berkembang pesat, ada hal yang tidak bisa digantikan. “Peran guru dan orang tua tidak akan tergantikan oleh mesin jika kita mengedepankan keteladanan,” tuturnya.
Meneladani Konsep Pendidikan KH. Ahmad Dahlan
​Mengkorelasikan tantangan zaman dengan nilai Muhammadiyah, kajian ini mengingatkan kembali pesan KH. Ahmad Dahlan. Pendidikan Islam seharusnya membentuk manusia yang:
- ​Berbudi pekerti luhur.
- ​Alim dalam agama.
- ​Luas pandangan dan paham masalah keduniaan.
- ​Bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.
Beliau menutup dengan pesan yang sangat kuat mengenai pentingnya karakter: ​”Akhlak dimulai dari diri sendiri. Pendidikan tanpa keteladanan hanya akan melahirkan kecerdasan tanpa arah. Sebaliknya, keteladanan tanpa pendidikan akan melahirkan kebaikan yang tidak terstruktur.”
​Acara diakhiri dengan doa bersama dan pembagian takjil untuk berbuka puasa. Melalui kajian JIWA MUGA ini, diharapkan keluarga besar SD Muhammadiyah 3 Pandaan mampu menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik transformasi diri menuju insan yang lebih bertaqwa dan cerdas secara intelektual maupun spiritual.
Oleh: Humas SD Muhammadiyah 3 Pandaan
