
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Pendidikan Inklusi melalui Psikoedukasi dan Pelatihan Screening Anak Berkebutuhan Khusus di SD Muhammadiyah 3 Pandaan
Pandaan – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SD Muhammadiyah 3 Pandaan dengan judul “Peningkatan Kapasitas Guru dalam Pendidikan Inklusi melalui Psikoedukasi dan Pelatihan Screening Anak Berkebutuhan Khusus”. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 dan diikuti oleh seluruh guru SD Muhammadiyah 3 Pandaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesiapan guru dalam menerapkan pendidikan inklusi, khususnya dalam mengenali dan mendampingi siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah dasar.
Acara diawali dengan sambutan pertama dari Kepala SD Muhammadiyah 3 Pandaan, Luqman Wahyudi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Umsida atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SD Muhammadiyah 3 Pandaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dan relevan dengan kebutuhan sekolah dalam menghadapi keberagaman karakter dan kebutuhan belajar peserta didik.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kaprodi Psikologi Umsida, Ghozali Rusyid Affandi, S.Psi., M.A. Beliau menekankan pentingnya pendidikan inklusi serta peran guru sebagai garda terdepan dalam melakukan identifikasi awal terhadap siswa berkebutuhan khusus. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal awal bagi guru dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat, ramah, dan berkeadilan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh para narasumber dari Umsida. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Nur Ainy Fardana N., M.Psi., Psikolog dengan topik Filosofi Pendidikan Khusus dan Sekolah Inklusi. Materi ini membahas landasan filosofis, konsep dasar, serta urgensi penerapan pendidikan inklusif di sekolah.
Materi kedua disampaikan oleh Ghozali Rusyid Affandi, S.Psi., M.A. dengan topik Ragam Jenis dan Karakteristik Siswa Berkebutuhan Khusus. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis kebutuhan khusus serta karakteristik siswa yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog dengan topik Pengenalan Alat Identifikasi Awal Siswa Berkebutuhan Khusus. Pada sesi ini, guru dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam melakukan screening awal sebagai langkah deteksi dini di lingkungan sekolah.

Kegiatan ditutup dengan materi keempat yang disampaikan oleh Vanda Rezania, S.Psi., M.Pd dengan topik Media Pembelajaran bagi Siswa Berkebutuhan Khusus. Materi ini memberikan gambaran mengenai penggunaan media pembelajaran yang adaptif dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus agar proses belajar menjadi lebih efektif dan inklusif.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi dan tanya jawab interaktif menunjukkan besarnya minat guru dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang pendidikan inklusi.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan guru-guru SD Muhammadiyah 3 Pandaan semakin siap dan percaya diri dalam menerapkan pendidikan inklusi yang berpihak pada kebutuhan setiap peserta didik.
Humas SD Muhammadiyah 3 Pandaan
